Welcoming Speeches

Prof. Dr. Akin Duli, M.A. (The Dean of FIB Universitas Hasanuddin)

DEWASA KINI diperoleh gambaran bahwa dunia Melayu adalah dunia yang menarik dan menyimpan banyak misteri alam, peradaban, dan manusianya. Itulah sebabnya dunia Melayu menunjukkan citra sosial, keragaman budaya, dan alam sekitarnya memesona yang seluruhnya mendukung perjalanan peradaban manusia dalam masa yang panjang. Dewasa kini, isu mengenai dunia Melayu-Nusantara semakin menarik perhatian berbagai kalangan untuk melakukan eksplorasi ilmiah. Itulah sebabnya, kajian tentang dunia Melayu di Nusantara, tidak terkecuali aspek Islam sebagai isu interdisipliner untuk dikomunikasikan dalam forum-forum ilmiah.

Abad XXI kini, kajian dunia Melayu semakin mendapat perhatian pelbagai kalangan akademisi dan peneliti pada tingkat global. Negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Brunai, Thailand, Cambodia, dan Brunai Darussalam adalah pihak yang terhubung-kait dengan isu tersebut terutama ilmu Arkeologi, Sejarah, Bahasa, dan Budaya. Tidak sedikit kajian yang lahir sebagai pengembangan ilmu pengetahuan. Konsep tersebut menjadi aspek yang melatarbelakangi dicetuskannya Seminar International ASBAM yang berbasis kajian ilmu-ilmu humaniora selalu memunculkan isu-isu terkini.

ASBAM merupakan Seminar International yang bertujuan untuk menghimpun ilmuan dunia dari kalangan perguruan tinggi dan lembaga riset ilmiah yang memiliki perhatian yang tinggi terhadap isu-isu Melayu-Nusantara. ASBAM juga mempresentasikan hasil-hasil kajian ilmiah yang terbaru di bidang Arkeologi, Sejarah, Bahasa dan Budaya di Alam Melayu. Selain itu ASBAM juga mewadahi terjalinnya komunikasi bagi ilmuwan, dosen, peneliti, dan pemerhati terhadap kajian-kajian Arkeologi, Sejarah, Bahasa dan Budaya di Alam Melayu pada tingkat internasional.

Tahun 2012 ASBAM secara resmi dicetuskan ATMA-Universiti Kebangsaan Malaysia melalui seminar bertaraf internasional yang mewadahi kalangan peneliti perguruan tinggi di Malaysia dan lembaga-lembaga riset dunia. Sejak awal pelaksanaanya, pihak luar pun menunjukkan minat tinggi terhadap ASBAM, tidak terkecuali dosen dan peneliti Indonesia. Setelah tahun  2012 dosen dan peneliti FIB UNHAS menjadi peserta tetap menghadiri ASBAM dari tahun ke tahun sampai 2020 ini. Seminar ASBAM pun terus berlanjut dari tahun ke tahun secara konsisten dengan pelibatan peserta dari berbagai negara, terutama kalangan Perguruan Tinggi di Asia Tenggara.

Antara tahun 2012 sampai dengan 2020, Seminar International ASBAM telah diselenggrakan di UKM Malaysia hingga kali ke-sembilan. Berturut-turut, yakni tahun 2012, 2013, 2014, dan 2015. Namun, pada tahun 2016, pelaksanaan ASBAM yang ke-5 berlangsung di luar Malaysia yakni di Makassar pada tanggal 26-27 Juli 2016 dengan pelaksana Fakultas Ilmu Budaya UNHAS. Sejak tahun 2015 tersebut digagaskan pelaksanaanya secara bergantian antara UNHAS pihak Indonesia dan UKM pihak Malaysia melalui kontrak kerjasama kedua intitusi ini. Seri seminar ASBAM tahun 2017 atau ke-6 telah berlangsung di Johor Bahru Malaysia pada tanggal 12-13 Agustus 2017. Seminar ASBAM ke-7 berlangsung di Lombok Indonesia pada tanggal 28–29 July 2018, dan ASBAM ke-8 berlangsung di Port Dickson pada tanggal 27-28 July 2019.

Pelaksanaan ASBAM ke-9 pada tahun 2020 ini akan berlangsung di Makassar melalui kepanitiaan UNHAS bersama Balai Pengembangan Agama Makassar, dan Balai Pelestarian dan Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Walau bagaimana pun UKM Malaysia dan Universitas Hasanuddin merupakan insitusi penanggung jawab. Perlu dikemukakan  dasar kajian ASBAM merangkum empat bidang kajian utama yaitu arkeologi, sejarah, Budaya dan Bahasa. Di samping itu seminar ini diikuti oleh kalangan dosen, peneliti, mahasiswa, guru, umum dan budayawan, dari dalam dan luar negeri.

Seperti yang disebutkan bahwa seluruh artikel yang dipresentasikan dalam Seminar International ASBAM konvensinya dihimpun ke dalam proceeding cetakan. Selain itu artikel-artikel ASBAM juga terpublish pada -jurnal international seperti: Planning Malaysia Journal, Asian Journal of Environment, History & Heritage, Jurnal Alam dan Tamadun Melayu, Jurnal Arkeologi Malaysia, IJoM-NS (Internasional Journal of Malays-Nusantara Studies) FIB-UNHAS, dan Springer Nature.

Seminar ASBAM diselenggarakan dengan harapan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang Arkeologi, Sejarah, Bahasa dan Budaya dalam konteks dunia Melayu-Nusantara. Pada sisi yang sama, ASBAM dapat memberikan nilai penting bagi publikasi artikel dari peserta pada media-media ilmiah seperti Jurnal, proceeding, buku, dan majalah di peringkat Internasional.

Read more

 

 

 

Prof. Madya Dr. Zuliskandar Ramli (Pengerusi ASBAM)

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI maklumat masa kini telah membawa satu perubahan yang agak besar terhadap perkembangan aktiviti yang terkait dengan kebudayaan dan warisan di Alam Melayu. Golongan belia dilihat sudah mempunyai kesedaran yang tinggi dalam memulihara dan memelihara warisan mereka melalui pelbagai aktiviti yang dijalankan oleh golongan ini demi memastikan agar warisan yang diwarisan daripada nenek moyang mereka terpelihara. Usaha yang dilakukan oleh golongan belia serta agensi bukan kerajaan perlu dipuji kerana mereka tidak mengharapkan habuan daripada pihak kerajaan demi kelangsungan warisan kebudayaan ataupun warisan semula jadi.

Untuk itu segala bentuk tinggalan warisan di Alam Melayu ini seharusnya ditonjolkan kepada masyarakat tempatan dan juga luar dan usaha pelestarian warisan ini harus digerakkan melalui aktiviti pendidikan dan juga pelancongan. Sehubungan dengan itu, seminar antarabagsa yang menyentuh tentang warisan dan budaya ini menjadi pentas yang penting sebagai salah satu usaha untuk memastikan warisan nenek moyang kita dikaji, dipelihara dan juga dipulihara.

Seminar Antarabangsa Arkeologi, Sejarah, Bahasa dan Budaya di Alam Melayu ini merupakan seminar yang diadakan setiap tahun, mulai 2012 sehingga 2020. Kumpulan Penyelidikan Kebudayan, Kesenian dan Warisan dengan Institut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA) UKM, FIB Universitas Hasanuddin, Litbang Agama Makassar, Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan,  Ikatan Ahli Arkeologi Malaysia dan untuk menjayakan seminar antarabangsa pada tahun 2020 ini. Mengimbau sejarah penganjuran seminar antarabangsa ini, kami telah menganjurkan seri seminar ini setiap tahun dengan jayanya yang bermula sejak tahun 2012, 2013, 2014 dan 2015 di Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi, Selangor. Pada tahun 2016, seminar ini berjaya dilangsungkan di Universitas Hasanuddin, Makassar dan diteruskan penganjuran pada 2017 di KSL Hotel & Resort, Johor Bahru, Johor dengan kerjasama Yayasan Pembangunan Keluarga Darul Ta’zim.

Pada tahun 2018, ASBAM 7 telah dijalankan di Lombok yang mana penganjuran dipimpin oleh urusetia dari Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia. Seperti penganjuran sebelumnya, seminar ini adalah bertujuan untuk menemukan para ahli akademik dan penyelidik dalam pelbagai bidang sains kemanusiaan dan sains sosial dalam satu pentas bertaraf antarangsa bagi membincangkan hasil atau data terbaru mengenai kajian mereka di Alam Melayu. Dalam masa yang sama seminar ini akan dapat memperkukuhkan jaringan penyelidikan dalam kalangan sarjana di peringkat antarabangsa terutamanya dengan jiran kita yang paling rapat iaitu Indonesia, Brunei dan Thailand.

Bidang Sains Kemanusiaan dan Sains Sosial adalah bidang penting yang juga menyumbang kepada masyarakat dan negara untuk membina tamadun masa depan. Semakin banyak pengetahuan dalam bidang sains sosial dan sains kemanusiaan  maka semakin besarlah sumbangan ilmu pengetahuan dapat diberikan kepada masyarakat untuk pembangunan negara dan juga taraf hidup masyarakat. Kertas kerja yang terkandung dalam ASBAM ke-9 ini mengumpulkan hasil-hasil penyelidikan terkini daripada para sarjana dan ahli akademik, pelajar dan pegawai kerajaan dari pelbagai negara yang membincangkan tentang warisan dan kebudayaan di Alam Melayu. Kertas kerja yang akan dibentangkan juga datang daripada pelbagai cabang disiplin ilmu bidang Sains Kemanusiaan dan dibahagikan kepada Bahasa, Linguistik dan Kesusasteraan, Arkeologi, Kebudayaan dan Warisan, Falsafah, Kesenian dan Teknologi, Sejarah, Politik dan Hubungan Antarabangsa serta Ekologi, Alam Sekitar dan Masyarakat.

Setiap tahun penyelenggaraan ASBAM berjaya mengumpulkan percambahan ilmu akan dapat dilakukan di antara para sarjana yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak khususnya para pembuat dasar, ahli-ahli akademik dan para pelajar. Seterusnya akan menjadikan bidang arkeologi, sejarah, budaya dan warisan terus penting kepada pengembangan ilmu dalam masyarakat. Hampir keseluruhan kertas kerja yang dibentangkan adalah hasil daripada kajian yang dilakukan dengan penuh mendalam dalam kepakaran tersendiri. Pihak sidang reviewer dan editor, kami juga mengucapkan berbanyak-banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menjayakan seminar ASBAM ke-9 ini sebagai seri ilmu pengertahuan yang dilancarkan setiap tahun.

Read more

 

 

Dr. H. Saprillah, S.Ag., M.Si.

INTELEKTUALISME DI INDONESIA sedang bergerak ke arah dinamika yang menarik. Media digital menyediakan literatur ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu dengan mewah. Siapapun biasa mengakses apapun dengan biaya yang terjangkau. Bahkan, dalam situasi tertentu bisa gratis. Ini mengakibatkan otoritas ilmu pengetahuan menyebar dan tidak bergumpal di satu titik saja. Anak-anak global memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan melakukan tindakan dialektis dengan memberi tafsir atau catatan kritis terhadap ilmu tersebut.

Intelektualisme yang sedemikian cair ini membutuhkan ruang refleksi bersama. Dialektika ilmu pengetahuan tidak boleh dibiarkan berdiri tanpa kritik dan tafsir. Diseminasi gagasan yang dialektis sangat dibutuhkan. Ini untuk menghindari gejala ilmu pengetahuan yang digerakkan untuk kepentingan non-ilmu. Misalnya, untuk mendukung kepentingan pragmatis dari  kelompok yang memiliki niat-niat buruk bagi peradaban. Karenanya, dibutuhkan ruang bersama dan berskala luas bagi para ilmuwan dunia. Kita butuh seminar berskala internasional.

Seminar internasional seperti ASBAM ini adalah salah satu ruang diseminasi yang penting untuk memastikan bahwa proses ilmu pengetahuan berlangsung dialektis dan bertujuan untuk memajukan peradaban manusia. Seminar internasional adalah upaya kolaborasi ilmuwan dunia dari berbagai negara, yang memiliki perhatian yang sama untuk melawan upaya degradasi ilmu pengetahuan yang digerakkan oleh kepentingan tertentu. Gejala post truth yang tengah menjadi pesaing serius dunia intelektualisme harus dilawan dengan cara yang beradab. Seminar ASBAM salah satunya.

Sebagai lembaga yang bergerak di area intelektualisme, Balai Litbang Agama Makassar menyambut hangat hadirnya ASBAM dan terlibat langsung dalam upaya menyukseskan kegiatan. Ini adalah konstribusi yang mungkin tidak mewah, namun cukup menjadi indikator bahwa ilmu pengetahuan dari genre manapun harus bersedia berkolaborasi dan saling mengkritik satu sama lain.

 Untuk itu segala bentuk tinggalan warisan di Alam Melayu ini seharusnya ditonjolkan kepada masyarakat tempatan dan juga luar dan usaha pelestarian warisan ini harus digerakkan melalui aktiviti pendidikan dan juga pelancongan. Sehubungan dengan itu, seminar antarabagsa yang menyentuh tentang warisan dan budaya ini menjadi pentas yang penting sebagai salah satu usaha untuk memastikan warisan nenek moyang kita dikaji, dipelihara dan juga dipulihara.

Seminar Antarabangsa Arkeologi, Sejarah, Bahasa dan Budaya di Alam Melayu ini merupakan seminar yang diadakan setiap tahun, mulai 2012 sehingga 2020. Kumpulan Penyelidikan Kebudayan, Kesenian dan Warisan dengan Institut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA) UKM, FIB Universitas Hasanuddin, Litbang Agama Makassar, Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan,  Ikatan Ahli Arkeologi Malaysia dan untuk menjayakan seminar antarabangsa pada tahun 2020 ini. Mengimbau sejarah penganjuran seminar antarabangsa ini, kami telah menganjurkan seri seminar ini setiap tahun dengan jayanya yang bermula sejak tahun 2012, 2013, 2014 dan 2015 di Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi, Selangor. Pada tahun 2016, seminar ini berjaya dilangsungkan di Universitas Hasanuddin, Makassar dan diteruskan penganjuran pada 2017 di KSL Hotel & Resort, Johor Bahru, Johor dengan kerjasama Yayasan Pembangunan Keluarga Darul Ta’zim.

Pada tahun 2018, ASBAM 7 telah dijalankan di Lombok yang mana penganjuran dipimpin oleh urusetia dari Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia. Seperti penganjuran sebelumnya, seminar ini adalah bertujuan untuk menemukan para ahli akademik dan penyelidik dalam pelbagai bidang sains kemanusiaan dan sains sosial dalam satu pentas bertaraf antarangsa bagi membincangkan hasil atau data terbaru mengenai kajian mereka di Alam Melayu. Dalam masa yang sama seminar ini akan dapat memperkukuhkan jaringan penyelidikan dalam kalangan sarjana di peringkat antarabangsa terutamanya dengan jiran kita yang paling rapat iaitu Indonesia, Brunei dan Thailand.

Bidang Sains Kemanusiaan dan Sains Sosial adalah bidang penting yang juga menyumbang kepada masyarakat dan negara untuk membina tamadun masa depan. Semakin banyak pengetahuan dalam bidang sains sosial dan sains kemanusiaan  maka semakin besarlah sumbangan ilmu pengetahuan dapat diberikan kepada masyarakat untuk pembangunan negara dan juga taraf hidup masyarakat. Kertas kerja yang terkandung dalam ASBAM ke-9 ini mengumpulkan hasil-hasil penyelidikan terkini daripada para sarjana dan ahli akademik, pelajar dan pegawai kerajaan dari pelbagai negara yang membincangkan tentang warisan dan kebudayaan di Alam Melayu. Kertas kerja yang akan dibentangkan juga datang daripada pelbagai cabang disiplin ilmu bidang Sains Kemanusiaan dan dibahagikan kepada Bahasa, Linguistik dan Kesusasteraan, Arkeologi, Kebudayaan dan Warisan, Falsafah, Kesenian dan Teknologi, Sejarah, Politik dan Hubungan Antarabangsa serta Ekologi, Alam Sekitar dan Masyarakat.

Setiap tahun penyelenggaraan ASBAM berjaya mengumpulkan percambahan ilmu akan dapat dilakukan di antara para sarjana yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak khususnya para pembuat dasar, ahli-ahli akademik dan para pelajar. Seterusnya akan menjadikan bidang arkeologi, sejarah, budaya dan warisan terus penting kepada pengembangan ilmu dalam masyarakat. Hampir keseluruhan kertas kerja yang dibentangkan adalah hasil daripada kajian yang dilakukan dengan penuh mendalam dalam kepakaran tersendiri. Pihak sidang reviewer dan editor, kami juga mengucapkan berbanyak-banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menjayakan seminar ASBAM ke-9 ini sebagai seri ilmu pengertahuan yang dilancarkan setiap tahun.

Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *